Sabtu, 15 Oktober 2011

Menentukan Photo Pre Wedding Out Door

1. Waktu Pemotretan
Usahakan melakukan Foto pra wedding jauh-jauh hari sebelum hari H pernikahan. Sebaiknya 2 bulan sebelumnya. Berikan waktu yang cukup bagi Fotografer Pre wedding untuk melakukan post processing foto sehingga diperoleh hasil yang maksimal. Jadi.. jangan lah melakukan Foto Pre wedding secara mendadak.

2.Cuaca
Usahakan untuk menghindari musim hujan dalam melakukan Foto Pre wedding. Tapi meskipun hujan tak terhindari, tetaplah semangat, karena foto malah terlihat bagus karena hujan bisa memberikan efek dramatis, tapi tentu nya butuh pengorbanan yang extra, baik dari pasangan maupun dari Fotografer Pre wedding karena pemotretan dalam kondisi hujan/basah.

3.Komunikasikan Tema/Konsep
Diskusikan tema/konsep foto dengan fotografer anda, sehingga antara fotografer dan keinginan anda sejalan. Kalau anda punya ide-ide, serta keinginan tentang foto anda, sampaikanlah kepada fotografer anda. Komunikasi antara pasangan dan fotografer. Ini sangat penting.

4. Pilih Lokasi Pemotretan
Misalnya Bali, seperti kita ketahui, terkenal memiliki studio alam yang sangat lengkap, dan semua nya bagus-bagus, mulai dari pantai, gunung, danau, tebing, hutan, bagunan berukir khas bali, bangunan bersejarah dan lain-lain. Sebagai pasangan foto Pre wedding tentu ingin mempunyai foto pre wedding di semua tempat di Bali. Tapi ingat, waktu yang dimiliki sangat terbatas. 1 hari atau 2 hari pemotretan, belum lagi butuh waktu untuk make up dan lain-lain. Maka dianjurkan untuk memilih lokasi pemotretan yang searah.

Misalnya, sebagai contoh, kalau di Bali selatan, bisa memilih lokasi pemotretan di Bajra Sandhi (bangunan ukiran Bali), Pantai di daerah Nusa Dua/ Jimbaran, Bukit Kutuh yang terkenal dengan galian batu kapur nya, hutan mangrove, dan semua daerah yang ada di Bali selatan. Begitu juga kalau ingin melakukan foto pre-wedding di Taman Ujung Karangasem, bisa memilih lokasi pemotretan yang searah, misalnya di Tukad Unda Klungkung, Candi Dasa, Tirtha Gangga, Taman ujung. Mintalah juga saran dari fotografer anda, sehingga lokasi pemotretan bisa disesuaikan dengan waktu yang tersedia.


5. Jagalah kondisi kesehatan sebelum dan selama pemotretan
Menjaga kondisi tubuh sangat penting. Bisa dilakukan dengan makan dan istirahat secukupnya. Jangan sama sekali begadang, karena keesokan harinya, pasangan calon pengantin harus bangun pagi hari untuk melakukan make up. Selama pemotretan, untuk menjaga kondisi tubuh supaya tetap segar, berbekal lah air putih dalam kemasan. Ini akan sangat membantu anda, apalagi kita berada di daerah tropis, tentunya harus menjaga kondisi cairan tubuh kita.

6. Hanya Ada Anda dan Pasangan Anda
Dalam proses pemotretan foto pra wedding, sering kali pasangan menjadi agak risih dan kaku. Hal ini wajar, karena kebanyak pasangan foto pre-wedding bukanlah model. Terutama kalau pemotretan dilakukan secara outdoor, kemungkinan ada orang lain yang menonton, sehingga pasangan menjadi grogi, salah tingkah, dan sebagainya. Ujung-ujung nya, pose akan jadi kaku, dan pada hasil foto, pasangan terlihat tegang.Cara mengatasi nya adalah, coba lah untuk bersikap santai, relaks, ngobrol dengan pasangan. bercanda dengan Fotografer Wedding. Anggap tidak ada orang lain di lokasi pemotretan, sehingga suasana menjadi lebih santai.

7. Jagalah Selalu Mood Anda
Mood. Hal ini sangat penting dalam proses pemotretan. Aura mood anda akan terpancar dalam hasil foto. Kalau anda dan pasangan anda merasa capek, malas, maka ekspresi yang dihasilkan di foto akan kelihatan. Kalau anda dalam kondisi marah-marah, juga akan tertangkap oleh kamera. Jadi, jagalah mood anda selalu dalam suasana yang bahagia dan gembira. Singkat nya. Have Fun! Karena Foto Wedding seharus nya merupakan foto yang anda lakukan sekali saja dalam hidup anda!

Jumat, 14 Oktober 2011

Setting DSLR

Optimalkan setting  manual pada kamera anda
Biasa jadi semenjak pertama seseorang membeli kamera digital, mode yang senantiasa dipakainya untuk memotret adalah mode AUTO. Alasan pertama karena mode ini memang menjadi mode yang paling mudah dipakai dan relatif bisa diandalkan pada berbagai macam situasi tanpa takut hasil fotonya akan mengecewakan. Alasan kedua mungkin karena kebetulan pada kamera digital itu hanya tersedia mode AUTO saja, sehingga ‘terpaksa’ tidak bisa berkreasi lebih jauh dengan mode manual. Memang pada umumnya kamera digital berjenis point-and-shoot dirancang amat simpel dan tidak dilengkapi dengan banyak fitur manual layaknya kamera prosumer.

Memilih Lensa

Lensa yang kita pergunakan harus sesuia dengan kebutuhan

“Apakah lensa yang terbaik harus saya beli?” – Ini adalah salah satu masalah yang paling banyak saya terima. Susah sebenarnya untuk menjawab soalan ini dengan tepat. Lensa yang terbaik untuk anda tergantung kepada bajet dan keperluan fotografi anda. Banyak jenis lensa . Masing-masing mempunyai fungsi tersendiri.

Untuk mengetahui apakah lensa yang harus anda beli, pertama kali anda perlu tahu, subjek apakah yang paling banyak andao potret. Apakah anda banyak memotret foto pemandangan dan sebagainya.

Berikut ini saya senaraikan beberapa jenis lensa (mengikut focal length berdasarkan crop factor 1.5X) berdasarkan kesesuaian merakam subjek tertentu

 
.

1. Lensa sekitar 12mm–18mm sesuai untuk merakam gambar landscape atau architechture

2. Lensa sekitar 50mm–80mm sesuai untuk merakam gambar potret

3. Lensa macro sekitar 60mm-105mm sesuai untuk merakam gambar bunga atau serangga dari jarak dekat

4. Lensa sekitar 200–400mm sesuai untuk merakam foto sukan atau hidupan liar

Mencari Kepuasan

Belajar memahami medan

Info untuk para fotografer pemula, pernahkan suatu ketika anda merasa kurang "sreg" dengan hasil jepretan sendiri, walaupun merasa sudah jungkir balik untuk mengambil gambar berbagai sudut obyek foto? Mungkin anda akan bertanya apakah ada yang keliru dalam teknik fotografi yang dikuasai, atau mungkin ada hal lain yang anda lupakan...

Oke, setelah Anda mempelajari segala persiapan yang dibutuhkan (baca: "Fotografi itu Menyenangkan"), pada bagian lanjutan ini kita akan membahas salah satu aspek yang cukup penting untuk mendapatkan hasil foto berkualitas, yaitu mengenal komposisi. Dalam dunia fotografi Komposisi bisa diartikan sebagai cara meletakkan objek pada bidang gambar. Dengan begitu gambar akan kelihatan enak dipandang. Tentu saja, untuk menghasilkan gambar demikian, perlu ada acuan.

Ini merupakan hasil jepretan saya,dan gambar-gambar yang saya posting merupakan gambar aslinya,tidak dibantu dengan software.
 Lokasi : Pantai laguna - Carita
 Lokasi : Laguna - Carita
Lokasi : Pesisir pantai antai laguna - Carita.


Namun semuanya berpulang kepada pemotret. Bagaimana si pemotret memanfaatkan rasa seni sehingga penempatan gambar sesuai dengan komposisi. Berikut ini beberapa hal yang bisa jadi acuan. Antara lain:

Asal usul Angka Diafragma memahami diafragma


 Bingung dari mana angka-angka “ajaib” pada gelang diafragma berasal? Berikut ini penjelasannya

Salah satu teori dasar fotografi menyebutkan bahwa setiap kali mengecilkan bukaan diafragma satu stop, berarti mengurangi volume cahaya (yang masuk melalui lensa) sebanyak setengahnya. Kebalikannya, bila kita memperlebar bukaan diafragma satu stop, berarti menambah volume cahaya sebanyak dua kali lipat dari sebelumnya. Penjelasannya adalah sebagai berikut

Paket Photo & Video


PAKET WEDDING VIDEO
A.Paket Wedding Video Standard 1 Video Camera Rp.1.000.000,-
    * 1 master Mini DV
    * 1 DVD Video Standard
B.Paket Wedding Video Full Editing 2 Video Camera Rp.2.000.000,-
    * 2 master Mini DV
    * 2 DVD Video Full Editing
A & B Plus Liputan Hiburan (Organ Tunggal) 3 Video Camera Rp.1.500.000,-
    * 3 master Mini DV
    * 1 DVD Video 8 – 10 Lagu

Pengunjung

 
Design by Asahi Themes | Bloggerized by Yahdanie - Asahi | Phone:087773177715